Lombok yaitu salah satu pulau berlibur andalan di Indonesia. Dengan keindahannya Lombok sudah dapat menggoda perhatian sangat banyak wisatawan. Hal tersebut membuktikan bahwa jumlah para wisatawan yang terus-menerus meningkat setiap tahunnya. Bahkan pengunjung yang mendatangi Pulau Lombok bukan hanya pengunjung pada negeri, melainkan juga wisatawan mancanegara. Salah satu lokasi wisata alam yang bisa dikunjungi di Pulau Lombok adalah hutan Monyet Pusuk.
Hutan Monyet Pusuk yaitu salah satu tempat wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang singgah biasa tertarik demi memanfaatkan kesejukan suasananya dan kondisi alamnya yang tetap tetap alami. Sebagai lingkungan konservasi yang dijaga kealamiannya, tumbuh-tumbuhan tropis yang berada disana memang demikian lebat. Oleh sebab itu , wajar seumpama udaranya selalu sejuk serta menyehatkan tubuh anda. Untuk pengunjung yang terbiasa dengan keadaan udara yang berpolusi, maka berkunjung ke hutan Monyet Pusuk bakal memberikan kesegaran serta kelegaan saat bernafas.
Tempatnya yang strategis, yaitu ada di jalur pertama Lombok menjadikannya demikian ditunggu terutama oleh wisatawan yang ingin mengunjungi lingkungan berwisata air terjun Sindang Gile juga Tiu Kelep. Untuk wisatawan yang hendak berkunjung ke ke 2 tempat tamasya ini wajib melewati jalan raya yang membelah hutan Monyet Baun Pusuk. Itulah sebab kenapa sangat disayangkan seandainya tak berhenti sejenak memanfaatkan kesejukannya. Selain itu, hutan Monyet Baun Pusuk juga di lalui oleh wisatawan yang hendak mengunjungi beraneka lingkungan berlibur yang ada di bagian timur Lombok Barat.
Melewati jalan raya yang membelah hutan Monyet Pusuk, wisatawan bakal disuguhkan denganjalan yang bertikungan seperti di lokasi puncak. Di sana pengunjung juga bakal bertemu dengan banyaknya kawanan monyet yang bermain-main dan menunggu diberikan makanan dan minuman oleh pengunjung yang datang. Sekawanan Monyet di sana sudah sangat terbiasa dengan kedatangan wisatawan. Itulah sebab mengapa monyet-monyet yang liar itu tak berbahaya buat wisatawan dan justru meningkatkan kesenangan berwisata. Karena banyak tikungan tajam dan monyet yang sedang bermain di jalanan disarankan untuk selalu berhati-hati ketika menempuh jalan yang membelah hutan Monyet Baun Pusuk itu.
yuuukk buruan kita wisata Alam dengan mengunjungi wisata Baun Pusuk
Minggu, 06 Juli 2014
SEJARAH AKADEMI PARIWISATA MATARAM
Melihat kenyataan perkembangan Pariwisata NTB yang sangat prospektif
dan kebutuhan tenaga kerja meningkat termasuk kebutuhan lulusan Diploma
III, maka yayasan bertekad lebih berperan aktif dalam memajukan
kepariwisataan di NTB melalui penyiapan sumber daya manusia (Human
Resources) yang berupa tenaga terdidik profesional di bidang
kepariwisataan. Untuk itu, melalui surat keputusan Yayasan Kertha Wisata
cabang Mataram nomor: 001/YKW/M/I/1987 tanggal 04 Januari 1987
didirikan Akademi Perhotelan dan Pariwisata Mataram (APPM) secara resmi.
Selanjutnya melalui surat permohonan pendirian APPM No.
007/YKW/M/2/1987 tanggal, 15 Februari 1987 disampaikan kepada Kopertis
Wilayah VIII di Denpasar untuk memperoleh status terdaftar. Proses ini
akhirnya menemui jalan buntu karena adanya Surat Keputusan Bersama
Mendikbud dan Menparpostel yang menetapkan izin pendirian hanya 2
Akademi Pariwisata di Denpasar untuk wilayah Indonesia Timur. Atas saran
Mendikbud melalui Kopertis Wilayah VIII, akhirnya status APPM dijadikan
kelas filial dari Akademi Pariwisata Denpasar yang berada di bawah
naungan Yayasan Kertha Wisata Denpasar.
Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh liku-liku, dan di saat meniti perjalanan dan perkembangan Akademi Pariwisata Mataram, pengurus Yayasan Kertha Wisata Mataram menerima surat dari yayasan Kertha Wisata Denpasar dengan Nomor: B:245/YKW/I/1997 tanggal 04 Januari 1997 tentang pemberlakuan sertifikat hak paten untuk yayasan itu, yang pada prinsipnya agar lembaga lain tidak menggunakan nama yang sama. Berdasarkan surat tersebut, Pengurus Yayasan Kertha Wisata Mataram mengadakan rapat dengan keputusan untuk mengubah nama Yayasan Kertha Wisata Mataram menjadi Yayasan Kertya Wisata Mataram yang kemudian dituangkan dalam bentuk Akte Notaris Eddy Hermansyah, S.H. Nomor: 51 tanggal 19 Agustus 1998.
Pada tahun 2004 dan 2005 Akademi Pariwisata Mataram memenangkan
Hibah Kompetisi A-1 dan tahun 2006 memperoleh PHK-PMP dari Dikti. Pada
tahun 2006/2007 Akademi Pariwisata Mataram membentuk Lembaga Penjamin
Mutu (LPM) sebuah lembaga independen internal yang berfungsi mengukur
mutu input, proses, dan keluaran. Lembaga ini dibentuk untuk memenuhi
harapan berbagai pihak sebagai perwujudan akuntabilitas publik secara
internal. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik secara eksternal,
Akpar Mataram dapat membuktikan dirinya melalui penilaian BAN-PT
terhadap Program Studi Perhotelan, dengan jenjagn D3, terakreditasi
dengan nilai B pada tahun 2008. Sementara itu untuk Program Studi Usaha
Perjalanan Wisata, jenjang D3 sedang dipersiapkan untuk akreditasinya.
AKADEMI PARIWISATA MATARAM dengan cermat menangkap sebagai Peluang
Menyadari
pesatnya perkembangan kebutuhan tenaga kerja pariwisata di berbagai Negara, maka
AKPAR Mataram segera mengubah paradigmanya dari penyiapan tenaga dari penyiapan
tenaga kerja Pariwisata dalam negeri menuju penyiapan tenaga kerja Pariwisata
International. Untuk mewujudkan hal
tersebut,AKPAR Mataram telah menyusaun renstra dalam bentuk:
1)
Menciptakan
kondisi akademik yang kondusif
2)
Meningkatkan
kualitas SDM
3)
Penjaminan
mutu proses dan output
4)
Meningkatkan
kerjasama dengan berbagai pihak
5)
Menerapkan
Standard Kompetensi National (SKN) dan Internatioal (SKI)
Atmosfir akademik yang kondusif
diciptakan dengan:
1
Penataan
lingkungan yang rapi, bersih, indah dan asri
2
Interaksi
berlandaskan human Relation
3
Penataan
sikap jujur dan terbuka
4
Pengembangan
pola kompetisi sehat
5
Penyiapan
sarana yang memadai
Untuk meningkatkan
kualitas SDM diupayakan melalui:
1
Study
lanjut (S2, S3) bagi dosen
2
Dosen
magang di STP atau industry (hotel maupun travel agents) secara periodic
3
Mendatangkan
tenaga ahli sebagai dosen tamu
4
Memanfaatkan
karyawan hotel berbintang sebagai dosen praktisi, penataran staff, lokakarya,
seminar, dll
PROGRAM STUDI UNGGULAN (Terakreditasi B)
- Diploma I (satu tahun)
- Diploma III (tiga tahun)
Sebagai
tenaga Ahli Madya Pariwisata (A.Md.Par.) dengan program study :
** BPW (Tour & Travel)
** Kebandar udaraan
- Usaha Perjalanan Wisata (UPW)
** BPW (Tour & Travel)
** Kebandar udaraan
- Perhotelan
TEMPAT PENDAFTARAN
Jl.
Panjitilar Negara 99X, Tanjung Karang – Mataram
Telp.
(0370) 633393 – 633394
Fax.
(0370) 632316
Email
: info@akparmataram.ac.id
Rabu, 02 Juli 2014
Melihat Kekayaan Taman Wisata Alam Suranadi, Lombok
detikTravel Community -
Berkunjung ke Taman Wisata Alam, mampu mengahadirkan kenyamanan dan cerita tersendiri. Di Nusa Tenggara Barat terdapat sepuluh taman wisata yang menjadi target liburan wisatawan domestik ataupun mancanegara saat berkunjung ke sana.
Taman Wisata Alam Suranadi, salah satu dari sepuluh taman wisata alam yang ada di Nusa Tenggara Barat. Taman yang satu ini memiliki luas 52 Ha ini terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Taman ini hanya berjarak sekitar 18 km dari Kota Mataram, memerlukan waktu sekitar setengah jam saja.
Suranadi sendiri berasal dari kata sura yang berarti dewa dan nadi berarti sungai. Konon, Suranadi juga mengandung arti khayangan dalam kamus bahasa Jawa Kuno.
Taman Wisata Alam Suranadi kaya akan aneka ragam jenis tumbuhan. Vegetasi yang menutupi kawasan Taman Wisata Alam Suranadi merupakan vegetasi campuran yang tersebar merata dan dengan tumbuhnya pohon-pohon yang tinggi bercampur dengan perdu, semak, dan padang rumput. Anda akan menjumpai beberapa jenis pohon dengan tinggi 25m-30m dan berdiameter lebih dari 1,5 m, seperti beringin, garu, terep, suren, kemiri, dan purut. Aneka jenis tumbuhan dengan pepohonan yang besar dan pencabangan yang banyak membuat beberapa jenis satwa, seperti kera dan musang betah tinggal di dalam tanaman ini.
Dalam Pura Suranadi terdapat 5 sumber mata air yang dikenal dengan nama Panca Tirtha atau Pancaksara. Penduduk sekitar menganggap air tersebut sakral dan berfungsi sebagai syarat kelengkapan dalam menjalankan upacara keagamaan.
Konon keberadaan Pura Suranadi terkait dengan perjalanan Danghyang Dwijendra, dikenal pula dengan namaPedanda Sakti Wawu Rauh, menuju Sasak (Lombok) untuk kedua kalinya. Di Lombok, beliau dijuluki sebagai Pangeran Sangupati. Guna menjaga agar umat Hindu yang ditinggalkan bisa melakukan tertib upacara menurut ajaran agama yang telah ditentukan, lantas beliau dengan "puja manteranya" memunculkanpancatirtha (lima macam tirta) di Suranadi.
- Mata air toya tabah yang digunakan dalam upacara pitra yadnya;
- Mata air toya pabersihan untuk upacara pembersihan sawa (jenazah) sebelum diberikan tirta pangentas;
- Mata air pangentas diberikan kepada jenazah sebelum dikubur/dibakar. Di dekat tirta pangentasjuga terdapat pembuangan air yang dikanel sebagai tirta permandian kerbau untuk memerciki hewan sebelum dipotong;
- Mata air toya panglukatan, tirta prayascita untuk pembersihan diri, dan dipakai dalam upacara dewa yadnya, manusa yadnya, dan bhuta yadnya;
- Mata air tirta, dipergunakan saat puncak upacara, sebagai prasadam dan diberikan kepada peserta upacara sebagai tirta wasuh paddya.
Suranadi juga memiliki tiga buah kelompok pura. Masing-masing diberi nama sesuai dengan fungsi sumber air yang ada di dalamnya. Setiap pura itu memiliki zona (area), yaitu jaba sisi, jaba tengah, jeroan (tri mandala).
- Pura Ulon atau Gaduh, terletak di ujung Timur Laut, berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Wisata Alam. Di halaman pura ini terdapat mata air petirtan dan panglukatan. Beberapa palinggih dan perlengkapan upacara yang ada di dalamnya adalah (a) padmasana, (b) linggih Batara Gde Lingsar, (c) linggih Batara Bagus Gunung Rinjani, (d) linggih Batara Surya Ngelurah, (e) gedong penyimpenan, (f) padma petirtan, (g) bale pelik/pengaruman, (h) padma penglukatan, (i) bale pamangku, (j) linggih Majapahit, (k) palinggih tirta, (l) kemaliq, (m) bale banten, (n) bale pawedan, (o) bale pererenan/pakemitan, (p) bale gong, dan (q) bale kulkul.
- Pura Pangentas, terletak beberapa puluh meter dari Pura Ulon, ke arah Barat Daya. Memasuki pura ini, harus melalui jalan setapak. Memiliki dua palinggih, pura ini secara fisik memiliki luasan yang terkecil dan paling sederhana di antara ketiga pura yang ada di Suranadi. Memiliki mata air pangentas, mata air tabah/penembak dan tirta mapepada. Pura ini berfungsi sebagai tempat mengambil air untuk upacara pitra yadnya semata, yakni toya tabah dan pangentas. Maka bisa dipahami bahwa di dalamnya tidak banyak dibangun sarana penunjang sebagaimana yang ada pada pura lainnya.
- Pura Pabersihan, berkedudukan sekitar 300 m dari Pura Ulon. Di pura ini terdapat hanya satu mata air yakni pabersihan, dengan beberapa macam palinggih dan bangunan pelengkap upacara seperti (a) padmasari, (b) ngelurah, (c) tapasanu, (d) linggih Ida Betara Gde Lingsar, (e) genah Mangku ngastawa, (f) bale banten, (g) bale pawedan, (h) bale pakemitan, dan (i) gedong penyimpenan. Mata air dari Pura Pabersihan bermuara pada sebuah permandian umum (menempel dengan tembok panyengker pura), di sebelah Selatan Pura Pabersihan.
Aset sejarah yang satu ini memang wajib untuk dilindungi. jangan sampai anak dan cucu kita nanti tidak bisa mengetahui bagaimana sejarah di Indonesia sejak zaman lampau
2 'Perawan' Baru dari Lombok: Gili Sudak & Gili Kedis
Serasa pulau pribadi. Itulah kesan pertama yang pasti traveler lontarkan saat berkunjung ke Gili Sundak dan Gili Kedis. Dua pulau ini bagai 'duo perawan' dari Lombok. Berbeda dengan Gili Meno, Air, atau Trawangan.
Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Trawangan sudah tersohor di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kalau berkunjung ke sini, cobalah melipir ke Gili Sudak dan Gili Kedis.
Terletak di Sekotong Tengah, Lombok Barat, hanya perlu 1 jam dari Kota Mataram untuk berkunjung ke dua pulau ini. Untuk mencapai Gili Sudak dan Gili Kedis, wisatawan harus menyeberang naik perahu motor yang bisa mengangkut maksimal 6 orang.
Sebelum sampai pelabuhan, turis harus melewati jalan yang belum diaspal sepanjang 2 kilometer. Lokasi pelabuhan memang jauh dari jalan raya. Cobalah tanya warga setempat kalau sudah memasuki Sekotong Tengah.
Pelabuhan ini hanya berupa pantai. Kendaraan yang Anda bawa bisa diparkir di pinggirannya. Tak perlu kuatir, ada nelayan yang siap mengantar wisatawan menuju Gili Sundak dan Gili Kedis. Hanya perlu 5 menit menyeberang lautan!
Biasanya, wisatawan pertama dibawa ke Gili Sudak. Anda akan dimanjakan oleh pasir putih yang menyelimuti pulau ini, lengkap dengan air laut yang jernih. Deretan pohon cemara berbaris rapi di bibir pantai. Kalau Anda suka snorkeling, Gili Sudak adalah lokasi yang pas untuk menyapa penghuni bawah air.
Perairannya jernih, arusnya tenang, terumbu karang dan ikannya banyak. Setelah itu, Anda bisa menyeberang ke Gili Kedis yang letaknya dekat Gili Sudak. Butuh waktu 10 menit menyeberang naik perahu motor. Gili Kedis yang mungil akan menghipnosis turis dengan pemandangannya yang indah dan tak berpenghuni. Benar-benar seperti pulau pribadi!
Bayangkan saja, seluruh pulau Gili Kedis diselimuti pasir putih yang cantik. Hanya ada beberapa pohon, dan tidak ada penghuninya. Di pulau ini, turis juga bisa snorkeling karena panorama bawah lautnya sama cantiknya dengan Gili Sudak.
Cantiknya Pantai Ela-Ela ( Elaq-Elaq ) Di Sekotong, Lombok
Lombok, sebuah pulau dengan dengan keindahan alam laksana surga yang berserakan di bumi. Kalimat itu rasanya memang tak berlebihan untuk menggambarkan kekayaan alam yang dimiliki oleh pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Bali ini.
Di mata dunia internasional, wisata Pulau Lombok memang masih kalah dengan Pulau Bali, namun sebenarnya keindahan alam di Lombok bisa disandingkan dengan yang ada di Bali. Kali ini aku akan berbagi informasi tentang sebuah pantai yang masih jarang dikenal oleh banyak orang. Nama pantai itu adalah Pantai Ela-Ela atau ada yang menyebutnya Elaq-Elaq.
![]() |
| Pantai Pasir Putih Yang Indah (foto : www.blogkaji.com) |
Dalam bahasa Sasak, "ela" berarti lidah. Apa hubungannya antara pantai dengan lidah?. Pantai Ela-Ela ini berada di sebuah daratan yang menjorok ke laut (tanjung) yang berbentuk seperti lidah yang menjulur. Pantai Ela-Ela terletak di daerah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 60 kilometer dari kota Mataram, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat.
![]() |
| Jernih dan Biru (foto : www.blogkaji.com) |
Karena belum banyak orang yang tahu, Pantai Ela-Ela ini masih begitu alami. Seperti pantai-pantai lainnya di Lombok, Pantai Ela-Ela memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Pasir pantainya yang putih bersih dan begitu lembut dipadu dengan air laut yang begitu jernih dan biru, membuat pantai ini layak menjadi tujuan wisata sobat di Pulau Lombok.
Di sepanjang tepi pantai berdiri deretan pohon kelapa dan pohon-pohon lain yang membuat teduh suasana pantai yang hangat. Biasanya pengunjung menikmati pantai cantik ini dengan menceburkan diri ke laut, karena memang air lautnya begitu jernih dan hijau.
![]() |
| Bintang Laut |
Di depan tanjung ini terdapat sebuah pulau kecil atau gili.,Gili Penyu namanya. Bil air laut surut pengunjung bisa menyeberang dengan berjalan kaki sejauh 200 meter menuju gili tersebut. Yang menarik, di Gili Penyu terdapat banyak sekali bintang laut yang berceceran di dasar pantai. Sungguh pemandangan yang tiada duanya.
Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi pantai surga ini. Jadi bila sobat ingin berlibur ke Lombok, jangan lupa mampir di Pantai Ela-Ela di daerah Sekotong, dijamin puas dunia akhirat, hehehe...
WISATA GUNUNG RINJANI
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di pula
u Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8Âş25' LS dan 116Âş28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anakan seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak". Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut, dan disebelah timurnya terdapat gunung Baru yang oleh bahasa setempat disebut dengan Gunung Baru Jari. yang memiliki kawah seluas 170 x 200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Pada tahun 1994 gunung Baru Jari ini meletus dan memuntahkan isi perutnya di sekitar danau Segara Anakan.
Geografi
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya dan Bali.
Pendakian
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari Penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga summit attack bisa dilakukan kapan saja.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). Sunblok krem sangat dianjurkan.
Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anakan seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak". Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut, dan disebelah timurnya terdapat gunung Baru yang oleh bahasa setempat disebut dengan Gunung Baru Jari. yang memiliki kawah seluas 170 x 200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Pada tahun 1994 gunung Baru Jari ini meletus dan memuntahkan isi perutnya di sekitar danau Segara Anakan.
Geografi
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya dan Bali.
Pendakian
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari Penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga summit attack bisa dilakukan kapan saja.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). Sunblok krem sangat dianjurkan.
Sedangkan dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut krn melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah Danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
GILI TRAWANGAN
Pantai.
Gili Trawangan memiliki iklim yang berbeda, bahkan sering kali ketika terjadi hujan di Bali atau Lombok, Gili Trawangan tetap terang sehingga wisatawan tetap dapat menikmati keindahan pantainya. Air laut di sini masih sangat bersih dengan dragasi warna biru yang indah, di bawahnya terkandung kekayaan biota laut yang luar biasa, di bibir pantai dari kejauhan anda bisa melihat Gunung Agung di Bali dan Gunung Rinjani di Lombok.
Gili Trawangan memiliki iklim yang berbeda, bahkan sering kali ketika terjadi hujan di Bali atau Lombok, Gili Trawangan tetap terang sehingga wisatawan tetap dapat menikmati keindahan pantainya. Air laut di sini masih sangat bersih dengan dragasi warna biru yang indah, di bawahnya terkandung kekayaan biota laut yang luar biasa, di bibir pantai dari kejauhan anda bisa melihat Gunung Agung di Bali dan Gunung Rinjani di Lombok.
Pemandangan Bawah Laut.
Gili Trawangan merupakan pusat aktivitas diving yang area Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air serta kawasan Senggigi Lombok, hampir semua penyedia jasa diving berlisensi internasional memiliki kantor di sini, sehingga anda tidak akan kesulitan untuk menemukan pemandu dan penyedia peralatan untuk kegiatan diving anda.
Terdapat banyak spot diving yang ada di sekitar Gili Trawangan dan sekitarnya lainnya masing-masing dengan keunikan tersendiri, di antaranya sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan pecinta pemandangan bawah laut, antaralain Shark Point, Jack Point, Coral Fan Garden, Halik Reef, Trawangan Slope, Bounty Reef, Deep Turbo, Simons Reef dan masih banyak yang lainnya. Masing-masing operator diving biasanya memiliki spot unggulan dengan tingkat kesulitan yang berbeda disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman anda menyelam. Beberapa operator diving di Gili Trawangan dapat anda lihat di sini..
Untuk anda yang tidak ingin menyelam, anda masih dapat menikmati keindahan alam bawah laut Gili Trawangan yang eksotis dengan melakukan Snorkeling atau menyewa Glass Bootom Boat.
Presean (sttick fighting).
Presean atau Stick Fighting merupakan kesenian bela diri tradisional suku Sasak, Lombok yang sering dipertontonkan di Gili Trawangan tepatnya di sekita areal Pasar Seni. Presean terdiri dari dua orang petarung yang dalam bahasa Sasak disebut sebagai “Pepadu” dan seorang wasit yang disebut sebagai “Pakembar”. Pepadu dipersenjatai dengan sebuah tongkat rotan yang disebut sebagai “Penjalin” dan sebuah tameng terbuat dari kulit yang disebut sebagai “Ende”. Selama berlangsung, kesenian extrem ini akan diiringi oleh musik tradisional lombok yang disebut sebagai “Beleganjur” dan seorang komentator dengan pengeras suara yang akan membuat suasana menjadi sangat meriah.
Presean atau Stick Fighting merupakan kesenian bela diri tradisional suku Sasak, Lombok yang sering dipertontonkan di Gili Trawangan tepatnya di sekita areal Pasar Seni. Presean terdiri dari dua orang petarung yang dalam bahasa Sasak disebut sebagai “Pepadu” dan seorang wasit yang disebut sebagai “Pakembar”. Pepadu dipersenjatai dengan sebuah tongkat rotan yang disebut sebagai “Penjalin” dan sebuah tameng terbuat dari kulit yang disebut sebagai “Ende”. Selama berlangsung, kesenian extrem ini akan diiringi oleh musik tradisional lombok yang disebut sebagai “Beleganjur” dan seorang komentator dengan pengeras suara yang akan membuat suasana menjadi sangat meriah.
Kedua petarung merupakan orang pilihan dari suku Sasak dengan nyali extra dan tentu saja fisik yang prima karena kesenian ini merupakan suatu olahraga extrim dan sangat berbahaya, tidak jarang petarung mengalami luka serius dan mengeluarkan darah. Sejatinya kesenian ini salah satunya merupakan sebagai upacara tradisional untuk meminta diturunkan hujan, konon semakin banyak darah yang ditumpahkan akan semakin lebat hujan turun.
Saat ini kesenian Presean dikemas cukup menarik khususnya bagi wisatawan, bahkan penonton pun diizinkan untuk mengikutinya, tentu saja untuk anda yang berani. Kesenian ini juga menunjukan bagaimana sebuah sportifitas, walaupun mereka bertarung kadang sampai terluka, tidak ada emosi dantara mereka selain tawa, ekspresi lucu dan tarian di selna-sela pertarungan.
Turtle Conservation.
Tidak jauh dari pelabuhan Gili Trawangan, terdapat area konserfasi kira-kura. Kura-kura yang masih anak ini akan dibesarkan lalu kemudian dilepas ke lautan bebas untuk menjadi dewasa dan berkembang biak, sebuah upaya pelestarian lingkungan yang sangat baik. Pada saat pelepasan kura-kura ke laut, biasanya diiringi dengan upacara adat, sehingga cukup menarik bagi wisatawan yang kebetulan sedang ada di Gili Trawangan pada saat itu.
Anak kura-kura disimpan di tempat sejenis akuarium besar, sehingga wisatawan bisa melihatnya baik dari atas maupun dari samping.
Sunset View.
Sunset View adalah suatu tempat di sebelah barat Gili Trawangan yang cocok untuk melihat keindahan matahai terbenam. Di sore hari tempat ini akan ramai dengan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang duduk-duduk sambil menunggu matahari terbenam. Terdapat warung yang menjual makanan kecil serta minuman. Anda bisa menuju tempat ini dengan berjalan kaki, bersepeda atau menaiki kereta kuda Cidomo. Pastikan anda tidak ketinggalan untuk menyaksikan salah satu keindahan dan eksotisme dari Gili Trawangan
Life Musik.
Beberapa cafe dan bar menyediakan life musik, mulai dari musik modern top40 sampai dengan musik reggae yang sangat asik dinikmati di suasana malam hari Gili Trawangan.
Movie.
Terdapat banyak pilihan tempat yang menyediakan film di pinggir pantai, ada yang dalam bentuk TV dan ada yang dalam bentuk layar lebar dengan jenis film yang beraneka ragam. Kebanyakan dari mereka tidak memungut biaya, untuk dapat masuk syaratnya hanya membeli minuman.
Pura Lingsar Bukti Kerukunan Umat Beragama
Lombok merupakan kota yang memiliki perpaduan agama Islam dan Hindu karena dekat dengan Bali. Maka tak heran jika kota 1.000 mesjid ini juga memiliki beberapa pura besar. Setiap pura besar di Lombok memiliki ke unikannya masing-masing. Salah satu pura yang aku kunjungi yaitu Pura Lingsar. Pura inilah yang memadukan antara agama Hindu dan Islam. Perpaduan itu terlihat pada bangunan didalam pura yang terdapat mushola dengan bangunan seperti pendopo.
Untuk menuju Pura Lingsar, membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari Pantai Senggigi melewati Mataram – Cakranegara yang dapat ditempuh dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Pura ini adalah pura terbesar di Lombok. Dibangun sejak 1741 oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem dan dianggap pura yang paling suci di Lombok. Lingsar berasal dari kata Ling, yang artinya wahyu atau sabda danSar,yang artinya syah atau jelas. Jadi Lingsar artinya wahyu yang jelas.
Saat memasuki pintu gerbang pura, kita akan melihat lapangan parkir yang luas. Selanjutnya kita akan memasuki beberapa gapura, yang disisi kira dan kanan terdapat taman yang luas. Pada gapura ke-2 kita akan melihat bangunan yang besar di sisi kanan. Kemudian kita akan masuk ke sebuah taman kecil di kiri yang disambut dengan para penjual souvenir disisi kiri dan kanan. Sebelum kita akan masuk ke dalam pura, kita akan mendaftar terlebih dahulu dan memberikan donasi serelanya. Saat mendaftar kita akan diberikan sehelai kain putih untuk diikat dipinggang sebagai bentuk penghormatan. Kita juga akan ditawarkan membeli 2 telur bebek seharga Rp 5.000,- untuk melihat ikan keramat. Selain itu sang penjual juga menceritakan bahwa ada 1 kolam untuk “make a wish” di dalam area pura.
Aku tertarik untuk melihat ikan keramat, jadi aku membeli telur bebek. Aku diantar ke sebuah tempat dimana terdapat beberapa mata air yang ternyata dapat digunakan untuk wudhu bagi umat muslim. Aku memberikan 2 telur bebek kepada seorang ibu yang merupakan juru kunci pemanggil ikan keramat. Sang ibu harus membuka sebuah pagar dan barulah kami masuk ke tempat ikan keramat berada. Telur dipecahkan dan diambil kuningnya kemudian dihancurkan di dalam air agar ikan terpancing untuk keluar. Menit-menit berlalu 2 kuning telur sudah habis dan ikan tak kunjung keluar. Sang ibu bercerita bahwa orang yang beruntung saja yang bisa melihat. Awalnya aku cukup kecewa tapi aku kemudian berkata pada sang ibu bahwa aku tidak apa-apa, mungkin memang belum beruntung saat ini. Saat pasrah, tiba-tiba ada seorang ibu datang bersama anaknya. Sang ibu meletakan tangannya kira-kira 1 jengkal di atas batu-batu seolah sedang menerawang sesuatu. Sang ibu mengajak aku untuk melihat sesuatu di dalam batu dan aku melihat ada sosok seperti belut. Ternyata itu adalah ikan keramat. Ukurannya seperti belut, tapi kata sang ibu ini yang berukuran kecil, biasanya bisa berukuran besar bahkan yang ada di waduk bisa berukuran pohon kelapa. Wow! Ternyata yang awalnya aku pasrah bahwa tidak beruntung eh ternyata malah bisa melihat ikan keramat.
Dari tempat ikan keramat, aku pindah ke gapura sebelah dimana biasanya orang-orang melakukan make a wish. Ternyata ada kolam yang dikelilingi pagar besi, dan setiap orang yang ingin permohonannya terkabul wajib melemparkan uang koin dengan jarak yang agak jauh dan membelakangi kolam. Aku mencoba. Dan ternyata lemparan pertamaku hanya mendekati pagar. Ga putus asa… Aku mencoba untuk ke dua kalinya dan berhasil. Semoga terkabul yaaaa
Kemudian aku berjalan semakin ke dalam melihat sebuah tempat berdoa yang dikelilingi pagar tembok yang rendah. Kebetulan ada satu keluarga sedang berdoa di dalam tembok tersebut.
Aku berjalan memasuki area pura yang sebenarnya. Tempat ini lebih rindang dengan pohon dibanding tempat sebelumnya. Setahun sekali di Pura Lingsar diadakan upacara Perang Topat.kegiatan upacara dalam bentuk perang-perangan dan topat atau ketupat sebagai senjata yang dipakai dengan cara saling lempar dengan sesama teman. Maksud dari perang ini adalah sebagai tanda bersyukur atas rejeki yang selalu dilimpahkan oleh Tuhan. Perang Topat biasanya dilakukan pada sebelum musim tanam pagi dan sesudah musim penghujan. Tiap tahun sebelum Perang Topat, ada beberapa orang dari Subak yang naik ke Gunung Rinjani dengan membawa benda-benda yang terbuat dari emas berbentuk udang, gurami, nyale, dan kura-kura. Benda-benda ini nantinya akan dibuang ke Danau Segara Anak dengan maksud untuk memohon kemakmuran.
Saat kembali ke parkiran, jika lapar kita dapat menikmati sate Bulayak, salah satu sate khas asli dari Lombok. Menurutku Pura Lingsar merupakan pura yang menunjukan kerukunan manusia dengan tidak melihat apa agama kita tapi menghormati apa yang kita yakini. It’s a beautiful life.
Air Terjun Tiu Teja Lombok Utara
|
|
|
Pada kesempatan ini Lombok 7og4nk akan memberikan informasi mengenai tempat wisata di Kabupaten Lombok Utara yang terbilang masih alami karena tempat ini masih belum banyak ter ekspos sebelumnya oleh masyarakat setempat maupun oleh pemda Kabupaten Lombok Utara, Tempat wisata yang Lombok 7og4nk bahas adalah Tiu Teja atau dalam Bahasa Indonesia "Air Terjun Pelangi" Air Terjun Tiu Teja adalah tempat wisata yang berlokasi di Kbupaten Lombok Utara tepatnya di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Air Terjun Tiu Teja memiliki ketinggian -/+ diantara 40 meter dengan Lebar -/+ diantara 10 meter, pada sisi kiri dan kanan air terjun ini di kelilingi oleh pepohonan ataupun tumbuhan- tumbuhan yang masih sangat asri dan alami.
Dari pelabuhan bangsal Desa Pemenang Kabupaten Lombok Utara menuju lokasi wisata air terjun ini berjarak -/+ 30 km, sedangkan dari Ibu Kota Mataram berjarak -/+ 60 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua ataupun menggunakan roda empat dengan kecepatan normal diantara 60/75 km/jam.
Trip :
- Pelabuhan Lembar Lombok Barat > Mataram Lombok Barat > Gunung Sari Lombok Barat > Pusuk Lombok Barat > Pemenang Lombok Utara > Tanjung Lombok Utara > Gondang Lombok Utara > Santong Lombok Utara > Lokasi Air Terjun
- BIL (Bandara International Lombok) Lombok Tengah > Mataram Lombok Barat > Gunung Sari Lombok Barat > Pusuk Lombok Barat > Pemenang Lombok Utara > Tanjung Lombok Utara > Gondang Lombok Utara > Santong Lombok Utara > Lokasi Air Terjun
Gallery Photos
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|



















